Meski Penjualan Mobil Banyak Dilakukan Secara Online, Pabrikan Tetap Tak Kalah Saing

Meski Penjualan Mobil Banyak Dilakukan Secara Online, Pabrikan Tetap Tak Kalah Saing – Penjualan mobil di jaman pandemi virus Corona (COVID-19) lebih banyak dilakukan secara online untuk hindari kerumunan. Meski metode ini tidak mampu mempertemukan penjual dan calon customer secara langsung, cara ini selamanya menghasilkan keuntungan bagi pabrikan mobil di Tanah Air.

Meski Penjualan Mobil Banyak Dilakukan Secara Online, Pabrikan Tetap Tak Kalah Saing

meski-penjualan-mobil-banyak-dilakukan-secara-online-pabrikan-tetap-tak-kalah-saing

Contohnya layaknya yang dilakukan PT Toyota-Astra Motor (TAM) bersama dengan aktivitas digitalnya selama pandemi. Merek asal Jepang ini telah merilis 13 style baru dan facelift selama 2020, dan beberapa besar prosesi peluncuran dan penjualan unit dilakukan secara virtual. Hasilnya pun tidak mengecewakan.

“Jadi tahun ini kami telah lakukan enam kali (virtual launch). Di awal Desember tempo hari keseluruhan visitor telah capai 20.000 orang. Dan keseluruhan penjualan SPK hampir 900 unit, ini luar biasa dan mampu kami lakukan serentak secara nasional. Jadi dari enam kami virtual expo, keseluruhan visitor hampir capai 300.000 orang, bersama dengan SPK di atas 3.700 unit. Ini saya rasa tidak benar satu solusi mempertemukan antara kami dan customer,” bilang Direktur Pemasaran TAM Anton Jimmi Suwandy, di dalam acara Virtual End Year Gathering Toyota 2020, belum lama ini.

Lanjut Anton menjelaskan, aktivitas digital tidak hanya ramai di acara peluncuran virtual saja, tapi platform digital Toyota lainnya layaknya chatbot dan mobile activation termasuk diklaim meningkat aktivitasnya.

“Chatbot itu di tahun ini mencatat lebih dari 50.000 interaksi, dan sejak diluncurkan telah ada 80.000 orang yang men-download. Jadi telah banyak sekali komunikasi yang terjadi,” ujarnya.

“Dan yang paling menarik terkecuali pernah kami lakukan penjualan, prospek yang singgah dari digital itu hanya lebih kurang 15 persen. Tapi di tahun ini telah di atas 30 persen, lebih-lebih terkadang 35 persen. Jadi penting sekali perubahannya dan rasanya tidak hanya pada pas COVID-19, tapi sehabis pandemi selesai pun customer telah jadi biasa berkomunikasi dan melacak informasi secara digital,” tukas Anton.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *